Bea Cukai Kediri Sosialisaikan TIS kepada Komunitas Lintinger Kediri

Bea Cukai Kediri Sosialisaikan TIS kepada Komunitas Lintinger Kediri
Hendratno selaku Kasubsi Layanan Informasi Bea Cukai Kediri melakukan sosialisasi terkait tis kepada komunitas lintinger Kediri.

KOTA KEDIRI - Bea Cukai Kediri gelar sosialisasi terkait aturan menjual tembakau iris (Tis), dengan mengundang puluhan komunitas linting sendiri atau tengwe. Terlihat acara yang dikemas sangat sederhana ini, bertajuk Bea Cukai Kediri Kongkow bersama komunitas tengwe Kediri.

Bertempat di Istana Tembakau Jalan Penanggungan Mojoroto Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (10/10/2020) siang.

Usai mendengarkan beberapa aturan terkait tembakau iris yang disampaikan oleh tim bea cukai Kediri.  Salah satu  owner Istana Tembakau Agusta Danang bersama teman-teman komunitas tengwe Kediri sepakat mematuhi aturan yang ditetapkan dari bea cukai.

"Penjelasan dari pihak bea cukai sudah cukup jelas, tapi ada beberapa poin yang sampai saat ini masih mengambang, Dicontohkan Danang, kemasan tembakau yang dijual eceran dalam bentuk kresek, tapi masih dibahas oleh pihak bea cukai," katanya.

Disingung terkait sudah memiliki izin menjual tembakau. Danang mengaku belum memiliki ijin secara spesifik sebagai penjual tembakau, dikarenakan kita tidak memproduksi tembakau.

Bea Cukai Kediri melakukan penindakan pada Jum'at kemarin, memang sangat disayangkan oleh Danang. Ada beberapa tembakau miliknya disita oleh pihak bea cukai yang diperkirakan mengalami kerugian kisaran Rp 500 ribu, dengan alasan karena menjual tembakau tiris.

Danang mengaku memang masih sangat awam terkait aturan Undang-undang, setahu saya aturan cukai yang dilarang menjual rokok polos atau rokok putih dan kena sanksi pidana.

"Sedangkan, untuk tembakau iris kita benar-benar tidak tahu dan tahu-tahu ada penindakan dari bea cukai," keluhnya.

Danang menambahkan, kedepan langkah selanjutnya setelah ada sosialisasi ini, kami akan siap menerima sanksi yang diberikan oleh Undang-undang, katagori mana yang boleh dijual. "Kami bersama teman-teman lintinger sepakat patuh dengan aturan dari bea cukai Kediri," imbuhnya.

Sementara itu, Hendratno selaku Kasubsi Layanan Informasi Bea Cukai Kediri mengatakan, sosialisasi ini kami gelar agar dipahami para komunitas lintinger Kediri. Hal ini juga dikarenakan kenaikan tarif cukai yang tinggi, ditambah kondisi pandemi covid-19, yang berdampak ekonomi masyarakat turun.

"Sehingga masyarakat beralih dengan tembakau iris (tis) ini mempunyai daya saing lebih dan sangat diminati oleh masyarakat. Kebetulan di kantor Bea Cukai ada beberapa sudah mengajukan perizinan NPBKC untuk pabrik tis," katanya.

Sesuai aturan yang baru, apabila Tis ini  digunakan untuk penjualan eceran itu harus membayar cukai, memiliki izin atau pabriknya mempunyai Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC)

"Jadi pengajuan rencana ada 2 orang, masih pengajuan survey lokasi dan sampai pengurusan izin sampai selesai
langsung untuk permohonan NPPBKC akan diproses. Kita juga melihat merk dan kemasan serta logo akan kita cek di lapangan sudah ada yang pakai apa belum," bebernya.

Ia menambahkan bahwa penerimaan cukai untuk kantor Bea Cukai Kediri sudah mencapai 80 persen, ditutup dengan golongan II SKT sampai Desember 2020, mudah-mudahan target bisa tercapai dengan target 20,97 triliun. Dikarenakan, cukai ini dari kita untuk kita untuk membangun Kota dan Kabupaten Kediri.

"Dengan kegiatan ini salah satu upaya melakukan pembinaan dan mengedukasi kepada masyarakat, baik  melalui radio, mengingat situasi masih covid-19 kita juga mengurangi kegiatan," ungkapnya. (prijo)