Cocoklogi Science, Benar Atau Tidak Benar Yang Penting Cocok

Cocoklogi Science, Benar Atau Tidak Benar Yang Penting Cocok
logo cocoklogy science

OPINI - Ilmu pengetahuan akan terus berkembang, dan dari ilmu itu muncul inovasi baru, tentunya menggeser produk pengetahuan lama. Tetapi, bila ilmu itu hanya sekedar mencocokan apa yang terlihat dan terdengar, sudah pasti ambyar.

Mengapa ambyar? karena tidak ada upaya pengembangan produk pengetahuan. Hasilnya, pengetahuan diam ditempat, disusul cocoklogi menguasai literasi ilmiah. 

Setelah literasi berdasarkan fakta dan penelitian tak lagi jadi acuan, yang benar disebut salah, dan salah dikatakan benar. Akibatnya, kebodohan meracuni semua otak manusia, dan cocoklogi menjadi ilmu di atas ilmu.

Ujungnya, ketinggalan modernisasi peradaban, dan memproduksi manusia gagal, dalam artian gagal memanfaatkan karunia Sang Pencipta, yaitu kemampuan berpikir untuk lebih baik dari sebelumnya.

Ketika manusia berpengetahuan modern meninggalkan manusia berpengetahuan cocoklogi, pelan tapi pasti akan memunculkan inisiatif di luar konteks pengetahuan, yaitu yang kuat menaklukan yang lemah. 

Dalam penaklukan itu, manusia cocoklogi ditindas habis-habisan oleh manusia berpengetahuan. Domino effect dari penindasan tersebut, sumber daya dikuras habis, dan manusia cocoklogi hidup di alam kemiskinan. 

Tak cuma berdampak kebodohan, ilmu cocoklogi bisa mengaburkan sejarah, dalam artian merubah kebenaran peristiwa di masa lalu. Kaburnya sejarah, menjadikan ular disebut cacing, harimau dikatakan kucing, dan seterusnya.

Saat sejarah dikaburkan, muncul klaim sepihak tanpa ada latarbelakang ilmiah, tentunya hanya berdasarkan asal cocok, tidak peduli itu benar atau salah. Klaim tersebut sudah pasti menyesuaikan pemikirannya, alias yang penting cocok.

Dalam klaimnya, Kota Beijing berada di Jepang, Kota Seoul berada di Cina, Kota Tokyo berada di Korea, dan seterusnya. Akibatnya, kebodohan merajalela, dan menarik manusia berpengetahuan untuk datang sekaligus menjajah, entah itu secara halus atau kasar.

Ilmu cocoklogi juga bisa mengubah tatanan kehidupan, asal cocok, semua diatur sesuai kehendak. Tatanan dirubah sesuai keinginan, hanya untuk kepentingan sepihak, dan lagi-lagi asal cocok, semua harus menurut.

Lantaran tak semua menurut tatanan tersebut, perselisihan muncul, dan berujung permusuhan. Dampak permusuhan, persatuan dan kesatuan ambyar seketika, dari situlah celah atau lobang masuknya pihak ketiga yang bertekad menguasai kedua belah pihak.

Tak cuma pengetahuan atau sejarah, cocoklogi bisa menggeser warisan leluhur dengan mindset yang telah dirubah. Sesat sana sesat ini, menjadi kata-kata mutiara membelokan tradisi dan budaya yang menjadi identitas manusia yang ada di suatu daerah.

Tradisi ditabrakan konsep yang tak ada hubungannya dengan agenda turun temurun, akibatnya terjadi tumpang tindih. Tradisi dianggap tak relevan lagi dilakukan, dan lambat laun tradisi bisa lenyap.

Budaya yang mengakar dicabut, lantaran dianggap tak sesuai hasil uji materi cocoklogi. Kemudian, budaya dipinggirkan, dilupakan, lalu hilang tak berbekas, dan identitas original diganti.

Faktanya, tradisi dan budaya adalah bukti peradaban masa lalu, dan peradaban itu tak bisa lepas dari perjalanan sejarah yang pernah terjadi di suatu daerah. Ketika tradisi dan budaya terabaikan, disusul peradaban masa lalu hilang atau dibelokan, tak ada lagi yang bisa dibanggakan, terkait nama besar suatu daerah.

Mempelajari ilmu cocoklogi tak perlu sekolah tinggi-tinggi, tak perlu guru, tak perlu gelar pendidikan apapun, apalagi literasi bergenre pengetahuan, asal bisa mencocokan segala sesuatu, berarti anda berhasil.

Ilmu cocoklogi lebih berbahaya daripada iluminati atau freemason, karena status keilmuan serba cocok, siapa saja bisa mempelajari maupun mengembangkannya, tidak terorganisir, dan cepat menyebarluas.

Dari sudut pandang akurasi informasi, sudah pasti cocoklogi 11-12 dengan hoax, karena keduanya sama-sama mengusung kebohongan dan pemutarbalikan fakta. Yang membedakan keduanya hanyalah hukum, hoax bisa dijerat UU ITE, sedangkan cocoklogi bebas tanpa ada pasal yang menjeratnya.

Cocoklogi tak ubahnya pengetahuan sampah, ibarat makanan yang sudah dibuang, lalu membusuk, kemudian dipungut lagi, dan dimakan. Sesuai ilmu kesehatan, apabila makanan busuk dimakan, berakibat sakit perut, sama halnya cocoklogi, merusak ilmu pengetahuan dengan teori tanpa landasan ilmiah. (dodik)