Mas Dhito Blusukan Desa Ngampel dan Desa Pehkulon Papar

Mas Dhito Blusukan Desa Ngampel dan Desa Pehkulon Papar
Mas Dhito tebarkan ribuan benih ikan nila, tombro dan gurami di sungai Pati Desa Ngampel Papar

KEDIRI - Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana blusukan pertama menyapa warga Desa Ngampel yang hobi mancing, sekaligus Mas Dhito menebarkan ribuan benih ikan nila, gurami dan tombro di sungai Pati Desa Ngampel Kecamatan Papar Kabupaten Kediri, Sabtu (14/11/2020) siang.

Dilanjutkan menyapa cabang olahraga Jujitzu, sepak bola dan komunitas sepeda onthel Desa Ngampel. Kemudian dilanjutkan dialog bersama ibu-ibu muslimat Desa Ngampel, ada beberapa hal yang disampaikan Mas Dhito dalam pertemuannya. Yakni, terkait guru honorer dan pembuatan pupuk organik.

Selanjutnya, Calon Bupati Kediri Mas Dhito mengunjungi pelaku UMKM di Desa Pehkulon. Usai melakukan kunjungan Mas Dhito mengatakan, seperti biasa saya selalu melihat UMKM dari tiap-tiap desa. 

Pertama, kebiasaan para pelaku UMKM tidak mencantumkan masa kadarluarsa makanan ringan dan minuman yang dijualnya.

Kedua, tidak mencantumkan dimana tempat penjual produknya dan nomor kontak penjual produk yang bisa dihubungi.

Kabupaten Kediri banyak sekali pelaku UMKM yang menjual produk makanan ringan yang rasanya enak. Seperti, makanan ringan melinjo begitu saya rasakan rasanya sangat enak. 

Tetapi, begitu saya ingin membeli tidak tahu tempat dan nomor kontak yang bisa saya hubungi untuk membeli lagi makanan tersebut.

Hal ini merupakan kebiasaan mereka yang belum mencantumkan nomor kontak penjualnya.

Dikatakan Mas Dhito bahwa ada kebiasaan  lain UMKM ingin beli alat-alat yang padahal belum perlu alat tersebut. 

Saran saya kalau membeli alat sebelumnya harus ada pelatihan dulu dan kita identifikasi  kelebihan dan kekurangan produk dan bagaimana cara mengembangkan produk yang dijual.

"Jangan-jangan mereka sebenarnya belum butuh alat itu, karena masih bisa dilakukan oleh pihak ketiga," bebernya.

Disinggung terkait pemain gala desa yang dimasukkan pemain Persedikab. Mas Dhito menjelaskan, kita akan lihat pastinya melalui proses pembinaan yang ada Persedikab, tidak bisa dipungkiri  selama ini Persedikab belum mengukir prestasi di kancah Nasional.

Dari pembinaan harus diperkuat dulu SSB sangat antusias sekali. Saya melihat lentur tanahnya lapangan di Desa Ngampel itu jauh lebih rata dibanding Canda Bhirawa. 

"Ini kan saya agak kaget, kok bisa level stadion Kabupaten bisa kalah dengan lapangan sepak bola desa. Artinya, antusiasme masyarakat sangat tinggi, supaya mereka tidak lari ke Kabupaten lain, harus ada pembinaan yang baik dari Persedikab," bebernya.

Baru nanti kita ke tim inti atau tim utamanya. Lanjut Mas Dhito adi kita bangun stadionnya dulu pembinaan dan paling tidak kita belajar dari tetangga sebelah dalam hal ini Persik sudah estable sudah baik dalam pengelolaan tim.

"Untuk cabang olahraga lain, kita akan bangun hall yang bisa difungsikan untuk melaksanakan turnamen. Hal itu dilakukan agar tidak ada kecemburuan sosial dari cabang olah raga lain," ungkapnya. (Prijo)