Omset Penjualan Sambel Pecel Anjlok 60 Persen Curhat ke Mas Dito

Omset Penjualan Sambel Pecel Anjlok 60 Persen Curhat ke Mas Dito
Dito saat blusukan ke pelaku usaha korden di Desa Blawe Kec Purwoasri Kab Kediri

KEDIRI - Diakhir bulan Oktober Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana akrab disapa Dito kali ini blusukan ke Pasar Tawang Purwoasri, banyak keluhan dari para pedagang kalau musim hujan kondisi pasar mluber air masuk menggenangi pasar.

Kondisi Pasar Tawang yang banjir saat musim hujan mendapat perhatian serius dari Calon Bupati Kediri Dito. Ia menuturkan pasar tawang sering banjir dikala musim hujan. Hal ini kondisi pasar tawang perlu diperbaiki atau dipindah lokasinya, ini yang masih mendapat kajian dari ahli pasar yang matang.

"Di Kab Kediri ada pasar lain sebanyak 14 pasar, yang sudah revitalisasi sebanyak 7 pasar. Salah satunya Pasar Gringging. Nanti, akan kita diskusikan dengan ahlinya, karena biasanya pedagang pasar tidak ingin dipindah terlalu jauh ini yang menjadi kendala," urai Dito.

Selanjutnya, Cabup Kediri Dito blusukan ke Pelaku Usaha Sambel Pecel Puli Jawa yang berada di Desa Jantok Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Dito mengatakan, kunjungan ini untuk melihat perkembangan produk Sambel Pecel Puli jawa. Karena pada saat pandemi ini mereka mengalami kendala dalam pemasaran, apalagi mengalami penurunan 60 persen. Biasanya omzetnya mencapai Rp 50 juta per bulan. Namun saat ini Rp 15 juta per bulan di masa pandemi masih sangat berat.

"Kalau pemasaran seharusnya bisa dipasarkan melalui digital ataupun kepada reseller. Kami akan mencari solusinya berupa pelatihan dan pemasaran secara digital agar mereka tetap stabil seperti sebelumnya,” jelasnya.

Dito menambahkan kita akan memberikan pelatihan dalam dunia usaha harus mengenal tentang SWOT. Yaitu, kekuatan (Strength), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats) agar para pelaku usaha paham. Nantinya akan kita pisahkan, mana UMKM yang belum potensial, sudah potensial dan UMKM yang sudah maju.

"Dari sisi pengemasan sudah cukup bagus untuk sambel pecel puli jawa ini sangat baik, karena produknya sudah masuk di luar kota. Seperti Jakarta, Malang, dan sebagainya. Dengan adanya pengiriman dari luar kota mungkin peminatnya sangat banyak dan produknya bagus," ucapnya.

Dito berharap produk UMKM ini tetap berjalan terus dan kita akan membantu dalam sistem pemasaran.

Sementara itu, Slamet Wahyudin selaku pemilik sambel pecel puli jawa menuturkan, memang selama pandemi ini ada kendalanya namun produk sambel pecel puli jawa akan terus memberikan yang terbaik dan berusaha untuk memasarkan. Selain itu juga di ajari untuk memasarkan melalui online agar bisa peminatnya tetap ada dengan kemampuan ilmu seadanya.

"Kami berharap dengan adanya kunjungan Mas Dito sangat terbantu sekali. Beliau memberikan ilmu kepada kami dan akan membantu dalam pemasaran,” tuturnya.

Selain itu, Dito melanjutkan blusukan ke sentra kelambu di Desa Blawe Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri. Menurut Dito keluhan dari pelaku usaha korden hampir sama dengan pelaku usaha sambel pecel di Desa Jantok.

Dito sangat senang karena di Kabupaten Kediri banyak sekali pelaku usaha yang berada di Desa-Desa menguasai spesialis produk. Dicontohkan Dito, kalau Desa Jantok ada sambel pecel puli, Desa Ngadiluwih ada tanaman hias dan Desa Blawe spesialis korden atau kelambu.

"Pihaknya sudah menyerap semua keluhan para pelaku usaha, namun kami tidak akan memberikan ikannya tapi kami akan memberikan kailnya, agar kedepan para pelaku usaha bisa lebih maju dan berkembang," imbuh Dito. (prijo)