Segitiga Bermuda, Portal Dunia Lain

Segitiga Bermuda, Portal Dunia Lain
ilustrasi fenomena aneh di area Segitiga Bermuda

MISTERI - Area segitiga, Florida, Puerto Rico dan Bermuda, berada diantara Karibia dan Atlantik, disinyalir menyimpan misteri yang hingga masih belum terpecahkan. Sekalipun jawaban ilmiah dirilis, tapi terkesan dipaksakan dan mengandung unsur cocoklogi.

Menurut catatan pelayaran Christopher Colombus di tahun 1492, kru kapal melihat ada cahaya aneh ada di sekitar lautan dekat Bermuda. Yang menarik dari catatan itu, alat navigasi atau kompas, tak berfungsi selama cahaya itu masih terlihat. 

Namun, tidak dijelaskan secara detail cahaya yang dimaksud, berwarna apa? bentuknya seperti apa? darimana asalnya? tak ada tulisan yang mengarah keterangan lanjutan. Ujungnya, catatan itu menjadi membingungkan, dan tak jelas peristiwa yang tertulis dalam pelayaran bersejarah itu.

Jones dari Associated Press, di tahun 1951, ia menulis artikel yang berisi kumpulan peristiwa misterius yang menghilangkan beberapa pesawat terbang dan kapal laut. Dalam artikelnya, Jones menyebut area Segitiga Bermuda adalah 'devil's triangle' atau segitiga setan.

Artikel itu menyusun beberapa peristiwa berdasarkan waktu dan lokasi perkiraan, namun tak ada penjelasan sebab musabab hilangnya pesawat terbang maupun kapal laut. Walaupun artikel tersebut terkesan seperti laporan yang tak lengkap, Jones menghubungkannya dengan sesuatu yang tidak diketahui ilmu pengetahuan pada masa itu.

Berbagai peristiwa yang ditulis Jones adalah, HMS Rosalie di tahun 1840, The Mary Celeste di tahun 1872, The Spray di tahun 1909, SS Timandra di tahun 1917, USS Cyclops di tahun 1918, SS Suduffco di tahun 1926, HMS Anglo Australian di tahun 1938 dan Flight 19 atau penerbangan 19 di tahun 1945.

Dari artikel Jones inilah, publik Amerika seakan 'melek peristiwa', ada sesuatu di area Segitiga Bermuda yang butuh perhatian khusus. Tak cuma itu, dalam artikelnya, ia mempetakan perkiraan lokasi peristiwa, walaupun tidak bergaris segitiga lurus.

Gate dari Fate Magazine, di tahun 1964, ia menulis berbagai dugaan peristiwa aneh yang ada di area Segitiga Bermuda. Ia mengakui, artikelnya tidak lepas dari artikel yang sudah ditulis Jones sebelumnya. 

Dari artikel Gate inilah, mulai muncul konspirasi campur tangan makhluk cerdas di luar bumi atau disebut alien, yang diduga terlibat dalam berbagai peristiwa di Segitiga Bermuda. Tetapi, ia tidak pernah secara langsung menuding alien ada dibalik misteri Segitiga Bermuda.

Dalam artikel Gate, ia mengupas peristiwa aneh Flight 19, walaupun isi tulisannya ada perbedaan dengan rilis Angkatan Laut Amerika di tahun 1945. Namun, Angkatan Laut Amerika mengakui banyak persamaan kronologi, bahkan terkesan menambahkan keterangan yang dirilis sebelumnya, tetapi sebatas dugaan atau kemungkinan.

Flight 19 yang berstatus satuan tempur udara Amerika, dinyatakan hilang pada 5 Desember 1945. Tak cuma itu, tim penyelamat dari Marinir Amerika dinyatakan ikut hilang, saat misi pencarian Flight 19. 

Beberapa teori muncul dan berkembang, pasca terbitnya artikel Gate, salah satunya, eksistensi alien di Segitiga Bermuda, dan pangkalan UFO, diduga berada di sekitar area tersebut. Teori ini tak cuma berkembang di buku-buku fiksi atau ilmiah, tapi masuk ke dunia perfilman Holywood, dan tentunya, sudah jauh berbeda dengan pemikiran Jones maupun Gate.

Tahun 1981, Bill Dillon dari US Geological Survey, mengemukakan pendapat, bahwa gas methana adalah penyebab hilangnya pesawat terbang dan kapal laut yang memasuki area Segitiga Bermuda. Pendapat itu berdasarkan penemuan tambang methana yang berada di area tersebut, dan kemunculan gas dari retakan dasar laut, dijadikan alasan fenomena alam tak terduga.

Dillon meyakini, penampakan cahaya yang tertulis dalam catatan Christopher Colombus, adalah reaksi kemunculan gas methana. Dari retakan dasar laut itulah muncul pusaran air, akibatnya fenomena 'blow out' bereaksi menyedot segala benda di atas permukaan laut.

Berbeda dengan US Department of Defense, di tahun 1998, merilis laporan berjudul "Frequently Asked Questions: Bermuda Triangle Fact Sheet", dalam tulisannya, ada kemungkinan fenomena gempa yang disusul gelombang besar di area Segitiga Bermuda. Pendapat itu merujuk laporan HMS Anglo Australian, sebelum hilang di tahun 1938.

Reaksi gempa dan gelombang besar itu terjadi, karena ada gesekan disusul goncangan di dasar Atlantik. Akibatnya, benda-benda di atas permukaan laut, tak dapat menghindari efek luar biasa yang muncul di area tersebut.

Sementara itu, teori keberadaan anomali magnetik di area Segitiga Bermuda, dirilis beberapa ahli metafisika Amerika. Teori tersebut mengacu peristiwa hilangnya pesawat terbang yang diawali rusaknya peralatan navigasi, sebagaimana laporan dari awak pesawat terbang, sebelum hilang kontak. 

Anomali magnetik itu diyakini bersumber di dasar laut, dan keberadaan batu dorphall berukuran besar dengan jumlah yang banyak, menjadi salah satu pendukung teori tersebut. Efek anomali itu juga berlaku bagi kapal laut yang melintasi Segitiga Bermuda, daya magnet berskala besar mengakibatkan fenomena aneh di permukaan laut.

Berbeda lagi dengan Ado Snandick, ilmuwan Amerika, ia berpendapat mata manusia tidak bisa melihat keberadaan suatu benda dalam ruang lain, itulah objektifitas keberadaan 'worm holes' atau lorong waktu. Teori itu diperkuat John Buckally, yang merilis hipotesis seputar fenomena aneh di Segitiga Bermuda. 

Menurutnya, objektifitas keberadaan lorong waktu adalah bersifat kematerialan, tidak terlihat, tidak dapat disentuh, tertutup untuk dunia fana kehidupan umat manusia, tetapi tidak mutlak, karena kadang-kadang ia akan membukanya.

Lorong waktu dengan dunia manusia bukanlah suatu sistem waktu, setelah memasuki seperangkat sistem waktu, ada kemungkinan kembali ke masa lalu yang sangat jauh, atau memasuki masa depan, karena di dalam lorong waktu tersebut, waktu dapat bersifat searah maupun berlawanan arah, bisa bergerak lurus juga bisa berbalik, dan bahkan bisa diam membeku.

Walaupun berbagai teori ilmiah yang merujuk berbagai laporan hilangnya pesawat terbang terbang dan kapal laut, tetap belum memuaskan, bahkan ada yang terkesan dipaksakan, lantaran teori tersebut masih ditemukan celah tanda tanya besar. (dodik)