Wabup Kediri Masykuri Dukung KKN Unesa Manfaatkan Limbah Sampah

Wabup Kediri Masykuri Dukung KKN Unesa Manfaatkan Limbah Sampah
Wakil Bupati Kediri H.Masykuri hadir dalam program kkn mahasiswa Unesa

KEDIRI - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandala yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Program KKN tersebut dilaksanakan di 2 Desa di Kabupaten Kediri yaitu di Desa Punjul dan Desa Kladeran Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kamis (3/9/2020)

Selama 30 hari mulai tanggal 1-31 Agustus 2020, para mahasiswa langsung terjun di tengah-tengah masyarakat. Tidak sampai disitu saja, semua kegiatan yang dilaksanakan juga melibatkan lintas sektor seperti Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, BNN, PMI dan masih banyak lagi.

Wakil Bupati Kediri Drs.H.Masykuri, MM mengatakan, KKN ini merupakan kegiatan yang bagus yang diadakan oleh suatu perguruan tinggi untuk mengajarkan kepada mahasiswa bagaimana dinamika kehidupan di masyarakat. Sehingga mereka dapat menerapkan ilmu yang mereka punyai dalam kehidupan masyarakat.

"Saya lihat KKN mandala ini bagus dan dalam waktu 30 hari kegiatannya padat. Saya sangat respek dengan program edukasi masyarakat tentang limbah sampah, karena sampah ini menjadi masalah dunia. Masih banyak sekali masyarakat yang belum peduli dengan sampah. Maka dari itu kita edukasi kepada masyarakat bahwa jika sampah diolah akan menjadi berkah,” kata Wabup Kediri H.Masykuri.

Wabup Kediri H.Masykuri menghimbau kepada masyarakat agar bisa melanjutkan program yang sudah ada. "Jangan sampai berhenti sampai disini saja, namun berkelanjutan hingga KKN berikutnya," himbaunya.

Fradhana Putra, Ketua KKN Mandala 2020, mengatakan, secara sosial mereka sangat diterima oleh warga Desa Punjul dan Kladeran, sehingga ini mendorong psikis motivasi mereka untuk memberikan dedikasi pengabdian kepada warga kedua desa tersebut.

"Kita memberikan pelatihan makanan puding dari bahan alami, membuat meja aquarium dan program kemanusiaan di tengah pandemi covid-19, membangun portal desa dan tanda pelarangan buang sampah sembarangan serta program belajar online maupun offline," ungkapnya. (adv/kominfo)